Kota Bengkulu Beritasangsaka.com.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu memasang target ambisius dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2026. Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Pemkot menargetkan PAD sebesar Rp.333,4 miliar, meningkat signifikan dibandingkan capaian tahun-tahun sebelumnya. Target tersebut mencerminkan optimisme sekaligus komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian fiskal guna mendukung percepatan pembangunan kota.
Pada selasa (31/03/2026)
Kepala Bapenda Kota Bengkulu, Dra Noni Yulieti.M.M. mengatakan bahwa penetapan target PAD 2026 didasarkan pada tren peningkatan realisasi pendapatan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2025, PAD Kota Bengkulu tercatat mencapai sekitar Rp280.miliar. Angka tersebut dinilai sebagai capaian positif.
“Capaian ini menjadi modal penting bagi kami. Meski target 2026 cukup tinggi, kami tetap optimistis karena ada peningkatan kepatuhan wajib pajak dan perbaikan sistem pengelolaan pendapatan daerah.
Untuk merealisasikan target Rp300 miliar tersebut, Pemkot Bengkulu akan mengandalkan sektor pajak daerah sebagai sumber utama penerimaan.
Dari total target Pajak tersebut berasal dari berbagai jenis, antara lain Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pajak reklame, pajak air tanah, serta Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT).
PBJT sendiri mencakup sejumlah sektor strategis seperti pajak restoran, hotel, parkir, hingga pajak tenaga listrik. Sektor-sektor ini dinilai memiliki potensi besar, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan pertumbuhan sektor jasa di Kota Bengkulu.
Khusus sektor hiburan, Pemkot Bengkulu menerapkan kebijakan tarif pajak yang bervariasi. Untuk hiburan malam seperti karaoke dan diskotek, tarif pajak akan ditetapkan. Sementara itu, jenis hiburan lainnya dikenakan tarif pajak sesuai persentase pendapatanya. Kebijakan ini diharapkan dapat mengoptimalkan kontribusi kepemeritah kota.
Selain pajak daerah, kontribusi PAD juga diharapkan datang dari sektor retribusi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah retribusi parkir menyumbang pendapatan Daerah,
peningkatan PAD menjadi kunci penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan kemandirian fiskal Kota Bengkulu di masa mendatang.jelasnya ( hal).
