JAKARTA – Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Barat, Tedi Zadmiko, S.K.M., S.H., M.M., CGRE, mewakili Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, menghadiri Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2026 dengan tema “From Potential to Partnership: Accelerating Sustainable Investment in Lampung”.
Kegiatan ini digelar Pemerintah Provinsi Lampung bersama Bank Indonesia dan Forum Investasi Lampung (FOILA) pada Rabu, 4 November 2026 di Grand Ballroom Fairmont Jakarta, Jl. Asia Afrika No. 8, Gelora, Jakarta Pusat.
Forum ini menjadi ajang bagi Pemerintah Provinsi Lampung untuk mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan investor dalam rangka menjajaki peluang investasi dan mempercepat investasi berkelanjutan di Lampung, khususnya melalui hilirisasi komoditas strategis.
Acara diawali dengan Welcome Remarks dari Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela, M.M., yang menyampaikan selamat datang sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, transparan, dan berkelanjutan bagi seluruh kabupaten/kota.
Selanjutnya disampaikan Keynote Speech oleh dua narasumber utama: Ir. Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M. – Gubernur Lampung dan Ahmad Muzani – Anggota DPR RI. Gubernur Lampung menyampaikan materi Accelerating Sustainable Investment in Lampung: Advancing Strategic Commodity Downstreaming. Dalam paparannya, Gubernur menekankan bahwa Lampung tidak lagi hanya menjadi daerah penghasil bahan mentah, tetapi harus menjadi pusat hilirisasi komoditas unggulan seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dan energi terbarukan, agar nilai tambah dinikmati masyarakat Lampung.
Sementara itu, Ahmad Muzani menyampaikan materi tentang Strengthening National Investment Support for Lampung Sustainable Growth. Ia menegaskan dukungan pemerintah pusat dan legislatif terhadap percepatan investasi di daerah, termasuk penyederhanaan regulasi, kepastian hukum, serta sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
Usai sesi keynote, dilanjutkan diskusi panel bertema “Navigating Investment Policies for Sustainable Regional Growth” yang menghadirkan empat panelis:
1. Widarto – Owner of Sungai Budi Group.
Sebagai pelaku usaha asli Lampung, Widarto membagikan pengalaman membangun Sungai Budi Group dari Lampung hingga menjadi perusahaan nasional. Ia menegaskan bahwa Lampung memiliki iklim usaha yang sangat menjanjikan jika didukung infrastruktur dan kemudahan perizinan, serta mengajak investor untuk berani berinvestasi di Lampung.
2. Bimo Epyanto – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung.
Bimo Epyanto memaparkan kondisi makroekonomi dan stabilitas keuangan Lampung, serta peran Bank Indonesia dalam menjaga inflasi, mendorong digitalisasi pembayaran, dan mendukung pembiayaan investasi yang berkelanjutan di daerah.
3. M. Putra Hutama, S.E., M.Sc. Senior Member of Presidential Advisory Council (PAC).
Putra Hutama menyampaikan perspektif nasional terkait arah kebijakan investasi pemerintah, termasuk pentingnya investasi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik.
4. Fadli Rahman, Ph.D. – Director of Investment, PT Danantara Investment Management.
Fadli Rahman menjelaskan peran Danantara sebagai pengelola investasi negara dalam mendukung proyek-proyek strategis di daerah, termasuk skema kemitraan dan pembiayaan investasi yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan dunia usaha di Lampung.
Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Business Matching antara pemerintah daerah dan calon investor.
Sekda Pesisir Barat, Tedi Zadmiko, menyampaikan bahwa kehadiran Kabupaten Pesisir Barat dalam forum ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk membuka peluang investasi yang berkelanjutan dan berpihak pada potensi lokal.
“Pesisir Barat memiliki potensi besar di sektor pariwisata, perikanan dan kelautan, perkebunan, serta energi. Melalui forum ini, kita menawarkan potensi tersebut kepada investor agar dapat dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat siap memberikan kemudahan dan pendampingan bagi investor yang berminat menanamkan modal di Pesisir Barat, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Melalui keikutsertaan dalam LEIF 2026, diharapkan Kabupaten Pesisir Barat dapat menjalin kemitraan strategis dengan investor dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Den/W-01
