BENGKULU UTARA- Proyek pengaspalan jalan di Kabupaten Bengkulu Utara. kembali menuai sorotan tajam. Ruas Jalan tanjung anom bengkulu utara yang baru saja rampung dikerjakan akhir Desember 2025, kini kondisinya cor beremnya sudah banyak retak retak
Padahal, proyek peningkatan jalan ini menelan anggaran cukup fantastis, yakni mencapai Rp 1,4 miliar.
Berdasarkan pantauan, permukaan cor beton kiri kanan di sejumlah titik terlihat pecah dan retak retak. Proyek yang dikerjakan oleh kontraktor CV Rismah Utama ini dinilai tidak memiliki kualitas yang mumpuni karena tak mampu bertahan meski usianya belum genap enam bulan.
Warga setempat, Tr (40) menumpahkan kekesalannya melalui media sosial. Ia menilai kerusakan ini sangat tidak wajar untuk jalan yang statusnya belum seumur jagung. Kondisinya banyak retak retak.
Dia menyoroti spesifikasi jalan yang dinilai tidak sesuai dengan beban lalu lintas di kawasan transmigrasi tersebut.
Sebagai daerah penghasil sawit, jalanan ini setiap harinya dilintasi truk bermuatan berat di atas 12 ton.
Diduga, kepadatan dasar aspal yang lemah membuat jalan cepat hancur saat digilas kendaraan berat.
“Kondisi seperti ini jelas tidak cocok. Terkesan habis-habiskan anggaran dan mubazir,” kritiknya.
Warga berharap pemerintah daerah tidak asal-asalan dalam merencanakan proyek. Mereka membandingkan kualitas jalan ini yang jauh di bawah standar
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPR Kabupaten Bengkulu Utara maupun pihak rekanan CV. Rismah Utama, terkait kerusakan dini pada infrastruktur tersebut. (hs)
