Kota Bengkulu. Beritasangsaka.com. Sebanyak tiga puluh lima (35) orang Anggota DPRD Kota Bengkulu periode 2025-2030 sampai hari ini sudah masuk bulan April 2026, pengadaan baju dinas tahun 2025 belum tuntas dikerjakan oleh Duta Taylor yang sudah satu tahun lebih.
Diduga pekerjaannya juga tidak profesional, sebab ada ukuran yang kekecilan dan ada juga yang kebesaran padahal setiap orang anggota DPRD kota dapat diukur dengan jelas ketika itu seru sumber yang tidak mau disebutkan namanya.
“Diduga Duta Taylor kewalahan melayani pekerjaan borongan pakaian baju Dinas Anggota DPRD Kota Bengkulu, Anggota DPRD kabupaten Bengkulu Tengah, anggota DPRD kabupaten Seluma dan anggota DPRD kabupaten Bengkulu Utara dapat dikatakan monopoli pekerjaan tidak dikasih kesempatan orang lain, mungkin lobian lebih berani memberi lebih besar dari pada orang lain” paparnya.
Tetapi, anehnya Duta Taylor sudah tutup sejak Januari 2026 diduga banyak masalah nomor tidak dapat dihubungi.
Sumber menambahkan, jatah baju dinas setiap anggota tiga steel antara lain; satu steel jas, satu steel baju Safari dan satu steel baju PDL, sampai sekarang belum semua rampung memang sebagian sudah ada yang menerima tiga steel, tetapi ada baru dapat satu steel, bahan dasar pakaian asalan cetusnya.
Kontraktor Pengadaan Baju Dinas Anggota DPRD Kota Bengkulu. Adi Pemilik Duta Taylor, ketika itu dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan tidak ada lagi baju Dinas yang belum dapat, semua sudah selesai. Lagi pula anggaran sangat kecil hanya Rp 300 juta jauh beda dari anggaran tahun sebelumnya, katanya.
Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota Bengkulu Syaipul Apandi S.Sos ketika itu tahun 2025, sekarang Kepala Kesbangpol kota Bengkulu, selaku penanggungjawab anggaran ditemui dikantornya mengatakan setahu saya sudah selesai itu, anggarannya juga tidak sampai tiga ratus juta, dua ratus sekian lupa nominalnya katanya, tetapi tanyakan saja pak Yusuf selaku PPTK cetusnya.
“Anggaran untuk pengadaan pakaian baju Dinas Anggota DPRD kota Bengkulu juga menjadi pertanyaan, berbeda apa yang dikatakan pengguna anggaran (Sekwan) dengan pelaksana pengadaan (Duta Taylor)”
Sementara, Yusuf selaku PPTK pengadaan baju Dinas Anggota DPRD kota Bengkulu menghindar ditemui.
Ketika ditanyakan ke staff terkait Pak Yusuf, dirinya mengatakan sedang keluar ada panggilan, sambil keluar meninggalkan tim media yang mempertanyakan, padahal dia sendiri yang bernama Yusuf mengelak.(jlg/hln)
