Pengerasan Jalan di Bandar Dalam Diduga Fiktif, Inspektorat Pesibar Apa Kabar

PESISIR BARAT-  Pengerasan badan jalan di Pekon Bandar Dalam, Kecamatan Bangkunat membuat mata terbelalak. Ya dana desa yang peruntukannya untuk membangun desa ternyata hanya dibuat untuk mainan semata.

Akibatnya, kualitas pembangunan atau peningkatan badan jalan sangat memble dan masyarakat pun kecele. Tak ayal memblenya kualitas pembangunan fisik di Bandar Dalam, meski telah mendapatkan tanggapan sangat serius dari salah seorang anggota DPRD Pesisir Barat, namun inspektorat belum juga turun kelapangan, mereka hanya menerima laporan Asal Bapak Senang (ABS).

Sudah selayaknya Inspektorat harus turun langsung ke lapangan supaya tau fakta yang sesungguhnya. Jangan hanya bicara dari belakang meja.

Diketahui, bebeberapa waktu lalu, Rudi Mailano melakukan pengerasan badan jalan dengan menggunakan batu belah, anggarannya menghabiskan Rp. 245 juta lebih.

Sayangnya, pengerasan badan jalan di Pekon Bandar Dalam  yang bersumber dari dana desa tahun anggaran 2024, tak sesuai. Mengapa tak sesuai, hemm dalam  RAB terlihat jelas pengerasan badan jalan di Bandar Dalam, menganggarkan vibro roller, alat pemadat tanah

“Itu semuanya fiktif, dari mana ceritanya di Pekon Bandar Dalam ada vibro roller atau wales,” kata salah anggota DPRD Pesibar beberapa waktu lalu. Menurutya info itu harus ditindaklanjuti, dan menjadi PR bagi aparat penegak hukum maupun inspektorat Pesisir Barat.

Harapannya, jangan sampai dana desa dijadikan lahan empuk  untuk memperkaya diri oleh oknum peratin yang  berjiwa korup, khususnya di Pekon Bandar Dalam. Agustiawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *