KRUI- Sudah lebih dari satu tahun jembatan gantung yang menghubungkan Pemangku (Dusun) Nenggara-Penyabungan, Pekon Way Nukak, Kecamatan Karya Penggawa sangat memprihatikan.
Saat ini jembatan hanya bisa dilalui pejalan kaki, sementara untuk kendaraan bermotor jenis roda dua belum bisa melintas. Selain lantainya, besi penahan jembatan telah berkarat dan nyaris putus.
Pantauan wartawan, Kamis 1 Oktober 2026, lantai jembatan yang terbuat dari papan sudah mulai lapuk. warga harus ekstra hati-hati saat berjalan di atas jembatan.
“Sudah hampir satu tahun ini kendaraan motor tidak lagi bisa melintas, papan yang digunakan sebagai lantai jembatan sangat rapuh. Karenanya bagi pengendara motor yang ingin ke Penyabungan-Nenggara atau sebaliknya, harus memutar melalui ujung jembatan Way Laay,” ucap Nurdin (70).
Menurutnya, kondisi jembatan sangat berdampak bagi masyarakat dua dusun, khususnya bagi para pelajar.
“Bagi anak sekolah asal Penyabungan yang menggunakan kendaraan roda dua dan bersekolah di Way Nukak harus memutar lumayan jauh,” terang Nurdin warga Penyabungan.
Nurdin berharap kepada pemerintah, kiranya dalam waktu dekat jembatan gantung penghubung Pemangku Penyabungan-Nenggara segera diperbaiki.
“Jembatan ini sangat vital, oleh sebab itu sudi kiranya pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera melakukan perbaikan,” tutup Nurdin. Den/W-01
