LEBONG – Program Optimasi Lahan (Oplah) di Kabupaten Lebong dipastikan akan meningkat signifikan pada tahun 2026 mendatang. Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebong, Hedi Parindo, saat ditemui tim awak media di ruangan kerjanya baru – baru ini.
Kadis Hedi mengakui, peningkatan tersebut merupakan hasil dari audiensi Bupati Lebong, Azhari, bersama jajaran Dinas Pertanian ke Kementerian Pertanian (Kementan) pada 17–20 Oktober lalu. Dalam pertemuan itu, sejumlah usulan penting dari Pemkab Lebong mendapat lampu hijau dari beberapa Direktur Jenderal di lingkungan Kementan, termasuk Dirjen Tanaman Pangan, Dirjen Perkebunan, dan Dirjen Lahan Irigasi Pertanian.
“Pak Bupati bersama Dinas Pertanian saat audiensi ke Dirjen.
Dan Dirjen menargetkan tahun depan Oplah seluas 5.000 hektar serta program cetak sawah baru 200 hektar di Kabupaten Lebong masih dalam tahap perhitungan estimasi,” ujarnya.
Hedi juga menjelaskan pelaksanaan kegiatan Oplah tahun 2025 ini berupa pembangunan irigasi tersier, dan saat ini progres fisiknya hampir rampung.
“Alhamdulillah, seluruh kegiatan fisik sudah hampir selesai dan sedang dalam tahap opname,” jelasnya.
Ia melanjutkan, Program Oplah berbasis padat karya di Kabupaten Lebong, terdiri 123 kelompok penerima, tersebar di 12 Kecamatan se-kabupaten Lebong. Diantaranya Kelompok tani, Gapoktan, dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).
Kami nilai tidak ada keluhan dan tidak ada laporan baik permasalahan mau pun yang lainya, semua di anggap sesuai dengan ketentuan dan harapan.
Sekali lagi kami harapkan program ini dapat mendukung swasembada pangan nasional.
Karena Program tersebut juga sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Kementerian Pertanian.
Maka Dengan Dukungan dari pemerintah pusat kita harapkan Berlanjut pada pembangunan irigasi maupun jalan usaha tani di tahun 2026 Bantuan Anggaran dari pemerintah Pusat.
Kita pastikan akan meningkat drastis.
Maka dari itu dengan didukung infrastruktur memadai, petani lebih mudah berproduksi. Lebong tetap menjadi lumbung padi di provinsi Bengkulu.
Sekali lagi dalam kesempatan ini kami dari Dinas pertanian Kabupaten Lebong dengan rasa syukur dan mengucapan terima kasih kepada Kementerian Pertanian, Dinas TPHP Provinsi Bengkulu, serta dukungan Bupati Lebong dan Wakil Bupati, sehingga kegiatan ini bisa terealisasi dengan baik dan insya Allah pembangunan irigasi dijalankan dengan baik, agar memberi manfaat langsung bagi petani, jelasnya. (Red/.hs).
